Cara Clone / Migrasi Sistem Operasi Windows dari HDD ke SSD (Tanpa Install Ulang)

  • Whatsapp
Clone HDD ke SSD

Cara Clone / Migrasi Sistem Operasi Windows dari HDD ke SSD (Tanpa Install Ulang) | Sekarang ini eranya SSD, sudah banyak pengguna komputer khususnya laptop yang mulai beralih dari HDD ke SSD. Perangkat HDD nya masih dipasang sih, tapi untuk sistemnya (OS dan Aplikasi) ditaruh di SSD. Sehingga akan membuat kinerja komputer/laptop bisa semakin cepat. Secara SSD ini memiliki baca/tulis yang lebih cepat dibanding HDD.

Nah buat kamu yang ingin beralih atau menambah SSD di perangkat komputer atau laptopnya, pasti akan bertanya-tanya, bagaimana supaya seluruh sistem operasi dan aplikasi bisa dipindahkan ke SSD tanpa harus install ulang? Apakah itu bisa dilakukan?

Tentu bisa. Ada cara untuk clone atau migrasi sistem operasi Windows dari HDD ke SSD. Sehingga kamu tidak perlu khawatir kehilangan data aplikasi yang sudah terinstall di Windows.

Cara ini bisa dilakukan dengan bantuan software EaseUS Todo Backup Free.

Software gratis ini sangat powerfull dan bisa membantu kamu untuk clone HDD ke SSD tanpa harus menginstall ulang Windows. Langkahnya pun sangat mudah dilakukan, dan di artikel ini saya ingin berikan panduannya.

EaseUS Todo Backup Free

Langkah Clone Windows dari HDD ke SSD Menggunakan EaseUS Todo Backup Free

Pertama-tama kamu harus download software ini dulu. Silakan unduh di sini : https://www.easeus.com/backup-software/tb-free.html.

Setelah itu tinggal di install seperti menginstall software pada umumnya.

Pasang SSD di perangkat komputer / laptop kamu

Selanjutnya kamu pastikan kalau SSD sudah terpasang. Yang penting SSD dihubungkan ke perangkat komputer dulu agar bisa digunakan untuk mengirim hasil cloning sistem operasinya atau seluruh drive C (System) nanti.

Jadi kamu bisa memasangnya menggunakan dock/enclosure SSD.

Lakukan sekarang dengan buka software EaseUS Todo Backup Free

Kalau sudah terhubung, tinggal buka software ini. Kemudian kamu klik menu atau ikon tulisan Clone.

easeus-todo-backup

Di bagian source disk kamu pilih partisi sistem operasi Windows kamu. Biasanya sih di partisi C, kalau sudah tinggal klik Next.

disk-clone-1

Lalu pilih destination disk, di sini kamu tinggal pilih drive SSD kamu. Karena ini nanti akan di clone di SSD.

Dan jangan lupa untuk membuka Advanced Options kemudian pilih Optimize for SSD. Fungsinya agar hasil cloning Windows nanti bisa optimal di SSD. Secara kan awalnya Windows kamu berjalan di HDD.

disk-clone-2

Kalau sudah tinggal klik Next / Proceed. Tunggu prosesnya sampai selesai.

Jika sudah selesai, tinggal pasang SSD sebagai master, dan silakan booting lewat SSD, taraaa, kamu sudah bisa membuka sistem operasi Windows kamu di SSD.

Jadi kamu tidak perlu lagi untuk menginstall ulang Windows OS kalau mau pindah dari HDD ke SSD. Cukup pakai software EaseUS Todo Backup Free ini kamu bisa lakukan dengan mudah dan cepat. Bagaimana? Kalau masih ada yang ingin ditanyakan langsung kirim di kolom komentar.

Semoga cara clone sistem operasi Windows dari HDD ke SSD ini bermanfaat untuk kamu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

45 comments

  1. Bang aku kan udah pasang ssd dan cloning dari c ke ssd, nah untuk tau OS dan software yg berjalan itu yg SSD gmn? Kok logo window msh di c. Dan apakah yg C boleh di delet dan di format? Tolong untuk di balas bang

  2. saya mau tanya, aku nambah ssd pada laptop. jadi sistem semua di ssd dan jadi lebih kenceng. dah hdd cuma untuk penyimpanan saja. itu sudah lancar tanpa masalah. tetapi akhir akhir ini muncul masalah, yaitu booting kembali ke hdd. jadi dulu kata tukang servis nya karena windows bawaan laptop ori sayang klo di hapus, makanya tetap ada tp di sembunyikan di hdd. di BIOS pun sistem settingnya sudah di tukar ke ssd. baru beberapa minggu ini masalah muncul karena booting kembali ke hdd lagi, jadi lambat lagi. setelah di cek di BIOS nya ternyata tertukar antara hdd dan ssd nya, oke lah saya tukar lagi dan kembali bisa booting dengan ssd. tetapi jika laptop di matiikan dan di nyalain lagi booting kembali ke hdd lagi. dan harus ke BIOS lagi untuk mengganti settingannya. gitu terus sampe gak tau solusinya. solusinya gimana ya? bisa tolong bantu kak? apa harus dengan menghapus windows ori yang ada di hdd? atau gmna? mohon bantuannya

    1. System (OS) yang ada di HDD harus dihapus. Dan sebaiknya di backup dulu, bisa pakai aplikasi EaseUS To Do Backup. Kalau nggak dihapus ya bakal gitu terus. Meskipun OS ORI yang penting itu disimpan kode SN nya, kalau OS nya dihapus ya nggak masalah, nanti bisa download lagi.

  3. pas udah pilih setting boot lewat SSD, pas restart malah ada tulisan OS Cant be Found on this Drive. itu kenapa ya kira2?

  4. Gan , punya ane kok harus ke boot device dulu ya kalo mau pilih ssd sbg sistem file windows , kalo di restart tanpa masuk ke boot device terus milih pake ssd,bakal balik lagi ke boot device yg pake hdd. Apa salah waktu cloningnya ya ?

  5. klo mengganti hdd di laptop ke ssd, apakah bisa clone melalui encloure hard drive (yg didalamnya sudah ssd, dan apakah bila hdd dicopot dari laptop digantikan ssd bisa jalan, mohon pencerahannya

    1. Waktu clone, SSD bisa ditaruh di enclosure. Setelah cloning selesai, SSD bisa ditaruh di tempat HDD, tapi OS di HDD jangan dihapus dulu, untuk mengantisipasi kalau cloning tidak berhasil.

    1. Yang diclone itu nantinya drive System / Partisi System C, nah kalau agan sudah install aplikasi-aplikasi ya otomatis itu terclone. Kalau mau tanpa aplikasi tambahan, install ulang dulu OS nya terus clone.

        1. Begini gan, mohon dipahami dulu kalau SSD itu direkomendasikan untuk dipakai buat menjalankan OS dan Aplikasi/Software saja. Bisa saja kalau mau dipakai buat nyimpen data juga, tapi itu akan menimbulkan ‘sampah’ dan Read/Write yang besar. Alhasil dampaknya malah membuat umur SSD tidak bisa lama.

          Kalau sampai di sini paham, tentu tahu alasan mengapa hanya partisi C (System) saja yang dipilih.

          Lha terus nanti partisi data gimana? Ya tetap di HDD. Begitu, semoga paham. Kalau belum paham, baca kembali artikel di atas

    1. Kalau udah di clone. SSD bisa ditaruh di tempat HDD. Kalau di HDD masih ada bekas partisi system, bisa diformat dulu. Tapi sebelumnya dicoba dulu SSD nya apakah hasil clonenya sudah berhasil atau belum. Masalah Boot Priority bisa dicek saja di BIOS, kalau di HDD udah nggak ada OS nya, biasanya otomatis akan boot ke SSD

  6. Mau tanya om, saya udah clone, terus di biosnya ada 2 pilihan boot manager, nah tp kok masuknya ke windows automatic repair terus ya? Makasihh

    1. Kalau sudah di clone. Pastikan hasil clone yang di SSD sudah bisa bekerja. Cara ceknya adalah lepas dulu HDD. Kalau sudah bekerja dengan baik, baru partisi system yang ada di HDD dihapus/format (lebih baik backup dulu), supaya bootnya nggak double. Jadi nanti otomatis akan boot ke SSD.

  7. Malem pak
    Kalo saya migrasikan OS dari HDD ke SSD apakah berdampak ke microsoft office saya ? kata toko tempat saya beli laptop, mesti login ulang lg ms officenya tp saya udh keburu lupa pswdnya ama alamat emailnya.
    Terakhir, kalau simpan game yg sering saya akses apa betul tidak direkomendasikan kalo disimpen di SSD ?

  8. Bang … kalo boot nya lewat usb bisa nggak? Soalnya windows 10nya dilock sama IT kantor jd ga bisa install program apapun. IT nya jauuh di kantor pusat, ga bisa kesana.

  9. maaf bang bos mau tanya kalau diclone itu systemnya saja ato partition clone dulu..? soalnya saya mau clone dari ssd lama ke ssd baru ? ditunggu jawabannya bang bos.. terimakasih

  10. Halo Mas.
    Saya ingin bertanya, apakah kalau semisal sudah di clone, semua data di C termasuk my document akan terkopi semua?

    Dan apakah instalasi driver juga sudah otomatis terinstall? Terima kasih.

  11. Maaf gan ganggu..
    Sy sudah clone ke ssd
    Waktu sy cabut caddy hdd nya, malah ga mau booting (atau blue screen)
    Mohon dibales untuk solusi nya gan

    Trimakasih

    1. Kalau laptop baru win10 original HDD apakah lgsung bisa lebih mudah di clone ke ssd gan?
      Trus setelah berhasil HDD bawaan laptop nya lgsung diformat aja gpp ya?? Jd setelah pindah ke ssd..,saya reset lg windows nya sperti awal laptop baru(belum aktivasi) bisa ya?? Mau coba” nih..

      1. Sebelum diformat, pastikan hasil clone yang ada di SSD di coba dulu. Jadi dicoba booting lewat SSD, kalau sudah work, partisi C (System) di HDD bisa diformat. Kalau sudah pakai SSD, artinya di HDD tidak boleh ada OS yang terinstall, jadi harus diformat.

  12. bang saya clone hdd 320gb ke ssd yg 1tb tapi setelah saya clone kapasitas ssd saya jadi 320gb nggak 1tb mohon pencerahannya bang

  13. Maaf, mau tanya, dari beberapa pertanyaan, nampaknya ada jawaban yg kelewatan pak. Pertanyaan umum yg mirip adalah, jika proses cloning sudah selesai, kemudian SSD dipindah menggantikan HDD, ternyata tdk mau booting (NO BOTABLE DEVICE), meskipun di Bios sdh terdeteksi, tp blm dijawab solusinya pak. Apakah yg harus dilakukan jika spt itu? Apakah perlu cloning ulang? Saya sdh cek kapasitas SSD msh lbh besar daripada Partisi C yg di-clone dr HDD.
    Terima kasih atas perhatiannya…

  14. Sebelum di-clone, apa “unalocated disk” Perlu diberi tindakan?soalnya pengalaman sy, sudah sesuai prosedur yg agan berikan tapi muncul permasalahan di booting, di boot menu terdeteksi SSD nya, tapi gak bisa booting. Mohon pencerahan

  15. Mas Bos, saya sudah clone tapi pake aplikasi lain. Yaitu Macrium Reflect. Setelah diclone, Partisi :/C masih ada logo windowsnya, dan Partisi baru dari SSDnya nggak ada logo windowsnya. Apakah aman Jika yg C saya Format? cara biar kita tau windows kita udah jalan di HDD/SSD gimana ya selain lewat BIOS (memilih booting priority)? Mohon pencerahannya. Thanks

    1. Kalau mau test hasil clone dan belum yakin kalau hasil clone berhasil, jangan di format dulu partisi C di HDD. Caranya jalankan Windows yang di SSD tapi HDD dilepas dulu, kalau bisa booting, ya berarti sudah berhasil.

  16. Pak, saya sdh lakukan prosedur ini langkah demi langkah, dengan aplikasi yg sama, tapi tetap saja laptop tdk bisa hidup kalau hdd dikluarkan. Apa ada solusi lain Pak?